Awas Pinjol Bodong! Akseleran Jerat 2 Peminjam Nakal ke Polisi.

Table of Contents

Waduh, gawat nih! Pinjol (Pinjaman Online) bodong makin meresahkan aja. Kali ini, Akseleran sampai harus menyeret dua peminjam nakal ke polisi! Biar nggak jadi korban selanjutnya, yuk simak berita selengkapnya!

Awas! Akseleran Jerat Peminjam Nakal ke Polisi Gara-Gara Pinjol Bodong

Awas Pinjol Bodong! Akseleran Jerat 2 Peminjam Nakal ke Polisi
image just illustration

Kasus gagal bayar di dunia fintech P2P lending emang lagi jadi sorotan. Salah satu pemainnya, PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), lagi pusing tujuh keliling nih. Gara-gara 6 borrower nggak bisa balikin pinjaman yang jatuh tempo barengan di Februari 2025.

Akar Masalah: Murni Nggak Mampu Bayar atau Indikasi Fraud?

Komisaris Utama & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, bilang timnya nemuin dua penyebab utama masalah ini:

  1. Nggak Mampu Bayar: Beberapa borrower emang beneran lagi nggak punya duit karena belum dibayar sama pihak pembayar.
  2. Indikasi Fraud: Nah, ini yang bahaya. Ada indikasi kalau beberapa borrower ini melakukan tindakan curang!

“Bisa jadi ada masalah dari pembayar ke si borrower atau bisa juga ada fraud. Intinya, saat ini kami sedang fokus recovery dana lender,” jelas Ivan.

Dua Peminjam Dilaporkan ke Polisi!

Nggak main-main, Akseleran udah bikin dua laporan polisi buat dua borrower yang terindikasi fraud, yaitu PT PPD dan PT CPM. Prosesnya bahkan udah masuk tahap penyelidikan!

“Ada dua yang dilaporkan kami, yaitu PT PPD dan PT CPM. Kami melihat dan memeriksa langsung di lapangan, ada proyeknya yang tak clear,” tegas Ivan.

  • PT PPD: Supplier pasir dan batu dengan nilai pendanaan Rp 59,04 miliar, baru mengembalikan Rp 226 juta.
  • PT CPM: Kontraktor dan desain interior dengan nilai pendanaan Rp 9,58 miliar, belum mengembalikan pinjaman sama sekali.

Nasib Peminjam Lainnya Gimana?

  • Tiga Borrower Masih Berkomitmen: Mereka janji mau balikin pinjaman, tapi butuh waktu dan jumlahnya masih kecil.
  • Satu Borrower Mau Jual Aset: Buat nutup utang, borrower ini mau jual asetnya. Akseleran juga lagi bantu cari pembeli.

Akseleran Cari Investor Baru

Selain nagih utang, Akseleran juga lagi gencar cari investor baru buat suntik modal ke perusahaan. Tapi, sampai sekarang belum ada yang pasti.

Perkembangan Terbaru: Rencana Pembayaran dan Upaya Hukum

Berdasarkan dokumen yang didapatkan Kontan, ini perkembangan terbaru dari kasus gagal bayar 6 borrower:

Borrower Nilai Pendanaan Status
PT PDB Rp 42,3 miliar Masih diskusi pembayaran proyek, janji bayar bertahap. Kalau nggak jelas, Akseleran berencana lapor polisi.
PT EFI Rp 46,55 miliar Fokus recovery dari penjualan aset tanah. Ada tagihan retensi ke BUMN, tapi belum jelas pembayarannya.
PT PPD Rp 59,04 miliar Sudah dilaporkan ke polisi, proses penyelidikan. Belum ada pembayaran setelah laporan polisi.
PT CPM Rp 9,58 miliar Sudah dilaporkan ke polisi, proses penyelidikan. Belum ada pembayaran setelah laporan polisi.
PT ABA Rp 15,54 miliar Melakukan pembayaran parsial. Target bayar Rp 1,4 miliar dari penjualan tanah. Lagi proses jual tanah lain senilai Rp 10 miliar.
PT IBW Rp 5,25 miliar Janji bayar parsial Rp 500 juta, target lunas akhir tahun dari hasil penjualan pupuk. Kalau nggak ada realisasi, Akseleran akan ambil jalur hukum.

Kronologi Gagal Bayar: Refinancing Berulang Jadi Bumerang

Ternyata, sebelum kasus ini meledak, Direktur Utama Akseleran sempat melakukan refinancing berulang atas pendanaan ke 6 borrower. Tujuannya sih buat recovery, tapi malah jadi bumerang karena pembayaran nggak terealisasi. Direktur Keuangan, Direktur Legal & Compliance, dan Group CEO baru tahu soal ini di awal Februari 2025. Setelah itu, refinancing dihentikan dan masalah gagal bayar pun muncul.

Nggak Ada Indikasi Fraud di Internal?

Ivan menegaskan sampai saat ini nggak ada temuan soal keterlibatan Direktur Utama dan Chief Risk Officer dalam kasus ini. Gagal bayar lebih disebabkan kesalahan prosedur.

Harapan di Akhir Tahun 2025

Meskipun lagi ribet, Ivan berharap masalah ini bisa selesai sampai akhir 2025 dengan berbagai upaya yang ditempuh.

Kesimpulan: Jangan Sampai Jadi Korban Pinjol Bodong!

Kasus Akseleran ini jadi pelajaran penting buat kita semua. Jangan gampang tergiur sama iming-iming pinjol online. Selalu cek legalitasnya, pahami risikonya, dan jangan ragu buat lapor polisi kalau ada indikasi fraud!

Yuk, lebih waspada dan bijak dalam memilih pinjol! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kamu biar nggak ada lagi yang jadi korban! Ada pengalaman soal pinjol? Ceritain di kolom komentar, ya!

Posting Komentar